Berita Internet Dunia Saat Ini – Utopiaumc

Utopiaumc.org Situs Kumpulan Berita Internet Dunia Saat Ini

Daily Archives: April 18, 2020

Semakin Maraknya Perbincangan Netflix Tidak Dapat Diakses Melalui Internet Indihome
utopiaumc

Semakin Maraknya Perbincangan Netflix Tidak Dapat Diakses Melalui Internet Indihome

Semakin Maraknya Perbincangan Netflix Tidak Dapat Diakses Melalui Internet Indihome – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate meminta PT Telkom Indonesia (Persero) dan Netflix bisa duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ‘pemblokiran’ layanan film streaming itu.

Menurut Johnny, pemblokiran itu masuk ke ranah hubungan  antar bisnis (business to business) yang memperhitungkan keuntungan dan kerugian perusahaan.

“Kami harapkan agar Telkom dan Netflix bisa dapat segera diselesaikan secara bisnis to bisnis,” kata Johnny

Johnny sesungguhnya tidak setuju dengan penggunaan kata ‘blokir’. Pasalnya pemblokiran tersebut adalah urusan bisnis. Ia percaya tanpa saran pun, pihak Telkom dan Netflix akan membicarakan urusan bisnis ini.

“Jangan sampai Telkomsel dibilang memblokir Netflix. Tak begitu juga. Bicarakan, supaya saling mendapat manfaat,” kata Johnny.

Beberapa waktu lalu, Johnny juga mengatakan pemblokiran salah satu layanan media streaming digital Netflix yang dilakukan Telkom adalah persoalan bisnis sehingga pihaknya tak memiliki wewenang untuk terlibat lebih jauh.

“Kalau masalah bisnis kita serahkan B2B (bussiness to bussiness), mungkin ada hal yang sifatnya komersial. Kalau dari sisi pemerintah, yang terpenting taat aturan,” ujar Johnny kepada wartawan saat Open House Natal di kediamannya, Jakarta, Rabu (25/12).

Semakin Maraknya Perbincangan Netflix Tidak Dapat Diakses Melalui Internet Indihome

Netflix diblokir Telkom pada Maret 2019. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menilai ada dugaan persaingan tidak sehat yang dilakukan Telkom terhadap Netflix.

Dugaan persaingan tidak sehat Telkom terhadap Netflix berawal dari pemblokiran akses streaming oleh berbagai layanan internet anak usaha Telkom seperti Telkomsel, Indihome, dan Wifi.id.

Netflix dan operator seluler Telkomsel saat ini masih belum menemukan titik temu untuk saling “berdamai”. Telkomsel masih memblokir layanan Netflix dengan alasan konten yang tak aman.

Meski demikian, Direktur Utama Telkomsel yang baru, Emma Sri Martini mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk membuka akses Netflix bagi pelanggan Telkomsel.

“Netflix dipertimbangkan, masih diblokir karena khawatir masalah regulasi,” kata Emma ditemui dalam acara CEO Talks di Menara Kompas.

Menurut Emma, ada jutaan pelanggan Telkomsel yang ternyata berusaha untuk mengakses Netflix meski diblokir.

“Secara ‘demand’ sih banyak. Ada empat Juta pengguna (Telkomsel) yang ingin akses (Netflix) per bulan,” ungkap Emma.

Emma menambahkan, sampai saat ini konten-konten Netflix dinilai masih belum aman dan belum sesuai dengan regulasi di Indonesia. Masih ada sejumlah konten yang memiliki unsur pornografi dan pelanggaran lain.

“(Regulasi) kita kan ada soal pornografi, SARA. Aturannya jelas. Sementara mereka (Netflix) mengacu pada aturan di Amerika Serikat yang lebih bebas,” tambah Emma.

Meski demikian, Emma tidak memberi penjelasan secara pasti, apakah Netflix akan diblokir seterusnya atau tidak.

Ia tetap beralasan bahwa faktor keamanan konten adalah hal yang dipertimbangkan ketika memutuskan akan tetap diblokir atau tidak.

Sejak 2016 Netflix sendiri mulai diblokir oleh grup Telkom (IndiHome, Wifi.id, Telkomsel) sejak 2016 lalu.

Kala itu, grup Telkom berdalih bahwa layanan streaming asal Amerika Serikat itu memang belum memenuhi syarat dan ketentuan konten di Indonesia.

Kemudian pada 2017 lalu, pihak grup Telkom sempat melunak dan menyatakan berencana untuk mencabut pemblokiran ini.

Pada awal 2019, sejumlah pelanggan IndiHome mengaku sudah bisa mengakses layanan Netflix tanpa harus mengakali dengan menggunakan VPN.

Namun sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari grup Telkom soal kepastian kapan pemblokiran Netflix akan dicabut sepenuhnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate membuka suara perihal layanan Netflix yang diblokir oleh salah satu provider, yakni Telkomsel. Menurutnya, hubungan keduanya tidak bisa diintervensi oleh siapapun, termasuk pemerintah.

“Kalau bisnis kita serahkan business to business, apa relasinya, mungkin ada hal yang sifatnya komersial,” katanya saat ditemui di kediamannya usai acara open house, Jakarta, Rabu (25/12).

Semakin Maraknya Perbincangan Netflix Tidak Dapat Diakses Melalui Internet Indihome

Layanan Netflix yang tidak bisa diakses ini banyak dikeluhkan oleh pemakai kartu tersebut. Berbeda dengan kasus Indoxxi yang menampilkan film ilegal, padahal di aplikasi Netflix semuanya adalah legal.

Meskipun begitu, berdasarkan pemikiran Johnny, film legal bukan hanya ada di Netflix semata. Melainkan juga ada di bioskop maupun televisi. “Kalau mau nonton legal di bioskop banyak, televisi banyak dimana-mana juga banyak tapi kita akan menyelesaikan kemudahan dan kenyamanan, termasuk Netflix,” ujarnya.

Ia pun meminta Netflix untuk mengatur film yang cocok dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Lebih baik lagi, apabila film garapan anak bangsa lebih ditonjolkan di aplikasi itu. “Kita minta pilihan film-film Indonesia semakin banyak, karenanya kerja sama Netflix dengan perfilman nasional itu juga harus lebih baik,” tandas dia.

Diharapkan, permasalahan antara kedua perusahaan tersebut dapat terselesaikan dengan segera. “Kami berharap bisa diselesaikan secara cepat, Ini kan lagi liburan, akhir tahun (operasional) Netflix pasti libur. Kita harap segera selesai,” tegasnya.

Namun belum lama ini seejumlah pengguna melaporkan sudah bisa mengakses Netflix melalui Indihome. Terlebih lagi, beberapa di antaranya mengatakan tidak membutuhkan VPN untuk menonton film favorit mereka di layanan streaming Netflix. Hal ini juga diakui Soraya Nur Aina. Kepada sejumlah pengakuannya di media, ia mengaku bisa mengakses aplikasi Netflix via smartphone melalui Telkom Indihome yang dipasang di kantornya. “Bisa diunduh semua (serial), bisa diputar juga,” katanya. Ia juga mengaku saat melakukan streaming, kecepatannya cukup stabil.

Pengakuan Soraya senada dengan beberapa warganet yang mengunggah beberapa tangkapan layar (screenshot) saat bisa mengakses Netflix melalui Indihome. Beberapa pengguna Telkomsel juga mengaku hal yang sama.

Namun tidak semua warganet beruntung. Beberapa di antaranya mengaku masih belum bisa memutar film atau serial apapun. Sebagian lain hanya bisa sukses masuk (log in) ke akun Netflix.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Telkom terkait terbukanya akses Netflix kali ini. (Update: Telkom Tegaskan Netflix Masih Diblokir) Kejadian terbuka blokir Netflix ini juga pernah terjadi awal Januari 2019 lalu. Saat itu, film koleksi Netflix bisa diakses menggunakan IndiHome tetapi hanya bisa ditonton melalui aplikasi Android dan iOS. Saat dikonfirmasi ke Telkom, mereka mengatakan masih memblokir Netflix. Tak lama setelah pernyataan Telkom keluar, akses ke Netflix untuk pengguna Indihome pun kembali tertutup.

Untuk diketahui, Telkom Group yang mencakup Indihome serta Telkomsel, telah memblokir akses Netflix tahun 2016 lalu. Alasannya kala itu, Netflix belum memenuhi regulasi. “Kami blokir Netflix karena tidak memiliki izin atau tidak sesuai aturan di Indonesia dan banyak memuat konten yang tidak diperbolehkan di negeri ini,” kata Dian Rachmawan, Direktur Consumer PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) saat itu.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate meminta agar Netflix dan Telkom Group segera menyelesaikan masalah pemblokiran ini secara business to business.  Head of Corporate Communications for Southeast Asia, Netflix, Leigh Wong mengatakan pihaknya masih terus berdiskusi dengan PT Telkom. “Saat ini kami masih terus melakukan komunikasi. Belum ada yang bisa saya sampaikan (hasilnya)”, katanya saat ditemui di acara kerja sama Netflix dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (9/1/2020).

Diluncurkannya Situs Mengajar Online Oleh Google Terkait Wabqah Corona
utopiaumc

Diluncurkannya Situs Mengajar Online Oleh Google Terkait Wabqah Corona

Diluncurkannya Situs Mengajar Online Oleh Google Terkait Wabqah Corona -Bekerja dan belajar dari rumah menjadi tuntutan yang harus dilakukan saat ini, sejak adanya pandemi Covid-19 akibat virus Corona. Wabah virus corona menyebabkan masyarakat, termasuk anak sekolah, libur dulu dari aktivitas rutinnya. Namun, libur bukan berarti tidak belajar karena proses akademis terus berjalan. Sekolah-sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar pun dialihkan secara online di rumah. Karena tuntutan ini, banyak guru dan orangtua yang diharuskan untuk mulai beradaptasi dengan kegiatan belajar mengajar jarak jauh, menggunakan teknologi. Menjembatani hal ini, Google Indonesia meluncurkan inisiatif Mengajar dari Rumah. Google menyediakan situs web khusus untuk kegiatan belajar mengajar siswa sekolah, dalam versi bahasa Indonesia.

Google resmi meluncurkan situs Mengajar dari Rumah dalam bahasa Indonesia. Situs atau laman tersebut merupakan kumpulan alat, tips dan materi pelatihan yang ditujukan untuk membantu para pengajar dan siswa melakukan belajar dari rumah saat wabah Virus Corona.

Inisiatif ini dikembangkan Google for Education dengan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam keterangan resminya, Kamis, 16 April 2020, para pengajar dan siswa akan bisa mengakses materi pelajarannya dalam g.co/mengajardarirumah serta situs Bersama Hadapi Korona milik Kemendikbud.

Diluncurkannya Situs Mengajar Online Oleh Google Terkait Wabqah Corona

“Mudah-mudahan ekosistem pendidikan Indonesia semakin terpacu kesiapannya untuk menggunakan teknologi dalam pembelajaran,” kata Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pembelajaraan, Iwan Syahril.

Terdapat lebih dari 700 juta siswa secara global yang tidak bisa pergi ke sekolah karena dampak pandemi. Termasuk 62 juta siswa yang mengalami hal tersebut.

“Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap keluarga, sekolah, dan para guru yang selama ini berjasa besar dalam menumbuhkan minat anak untuk belajar,” ujar Randy Jusuf, Managing Director, Google Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima oleh sejumlah media, Jumat (17/4/2020). “Kami ingin ikut membantu dalam cara apa pun yang bisa kami lakukan,” lanjut Randy. Sebelumnya, Google telah menyediakan fitur-fitur premium Google Meet secara gratis bagi semua pelanggan G Suite dan G Suite for Education, hingga September 2020 Selain itu, Google juga telah menyediakan pelatihan dan tips melalui Google, YouTube dan YouTube Learning.

Managing Director Google Indonesia Randy Yusuf mengatakan kondisi ini membuat tekanan besar terhadap keluarga, sekolah dan para guru. Ini membuat berjasa besar dalam menumbuhkan minat anak untuk belajar, dan dia menyatakan raksasa teknologi itu ingin membantu juga.

“Mengajar dari Rumah adalah pengembangan dari langkah-langkah yang telah kami lakukan untuk mendukung pendidikan jarak jauh, dengan menyediakan fitur-fitur premium Google Meet secara gratis bagi semua pelanggan G Suite dan G Suite for Education hingga September 2020, serta menyediakan pelatihan dan tips melalui Google, YouTube dan YouTube Learning,” ujar dia.

Randy mengatakan inisiatif ini juga hasil kerja sama dengan Refo Indonesia, meluncurkan serangkaian webinar untuk membantu pengajar dan orangtua untuk menerapkan strategi pembelajaran jarak jauh dengan solusi G Suite for Indonesia. Diharapkan webinar ini bisa menarik 100 ribu pengajar dan orangtua pada bulan ini.

Tips-tips yang diberikan antara lain tips menunjang kegiatan belajar mengajar online, cara mengajar jarak jauh dengan video call, cara mengajar jarak jauh tanpa video call, dan tips materi untuk para siswa berkebutuhan khusus. Dalam situs tersebut juga terdapat tutorial-tutorial penggunaan aplikasi Google, seperti Google Classroom, Google Doc, dan Google Meet. Tautan tutorial tersebut mengarahkan pengguna ke sebuah halaman YouTube, yang menjelaskan beberapa cara menggunakan aplikasi-aplikasi Google, seperti gambar di bawah ini yang menjelaskan tentang Classroom.

Buat yang masih sekolah atau kuliah, 9 situs e-learning ini bisa dicoba supaya bisa tetap belajar saat tinggal di rumah. Situs e-learning ini tentunya bisa dimanfaatkan sesuai tingkatan sekolah

1. Google Classroom

Layanan Google Classroom adalah situs gratis yang dikembangkan Google for schools. Tujuan layanan ini adalah membuat, membagikan, dan menilai tugas tanpa kertas. Dengan layanan Google Classroom, proses berbagi file antara guru dan murid menjadi lebih mudah. Google Clasroom bisa diklik di https://classroom.google.com/

2. Google Scholar

Kadang disebut Google Cendekia, layanan ini memberi akses pada berbagai publikasi ilmiah. Publikasi ini biasanya menjadi materi pelajaran atau tugas bagi siswa sekolah hingga mahasiswa. Selain buku dan jurnal, bentuk publikasi yang tersedia adalah paten, laporan teknis, hingga berbagai jenis paper. Google Scholar bisa diakses di https://scholar.google.com/

3. E-learning untuk madrasah

Aplikasi e-learning untuk madrasah bisa dilihat di situs https://elearning.kemenag.go.id/, yang disediakan Kementerian Agama (Kemenag). Untuk bisa mengunduh aplikasi e-learning, user harus log in sebagai operator madrasah. Saat log in, user harus mengunggah Surat Keputusan (SK) sebagai syarat utama mendapatkan aplikasi e- Learning Madrasah.

4. E-learning Rumah belajar

Akses rumah belajar bisa diklik di https://belajar.kemdikbud.go.id, atau download aplikasinya lebih dulu di play store untuk mencoba e-learning selama libur sekolah karena virus corona.

5. E-learning Kelas Pintar

Akses e-learning untuk kelas pintar bisa di https://kelaspintar.id. Siswa sekolah bisa membukanya akses tersebut dan belajar mandiri selama libur.

6. E-learning Microsoft Office 365

Untuk e-learning yang ini bisa klik di https://microsoft.com/id-id/education/products/office. Belajar di link tersebut memungkinkan libur sekolah karena COVID-19 tidak terbuang percuma.

7. E-learning Quipper School

E-learning yang ini bisa diklik di https://quipper.com/id/school/teachers/. Akses ini membantu siswa tidak mati gaya selama libur sekolah untuk mencegah infeksi virus corona.

8. E-learning Sekolahmu

Link e-larning https://www.sekolah.mu/tanpabatas bisa dicoba buat yang ingin mengakses Sekolahmu. E-learning membantu siswa tidak ketinggalan pelajaran, saat libur sekolah untuk mencegah virus corona atau COVID-19.

9. E-learning Zenius

Akses https://zenius.net/belajar-mandiri tersedia buat yang mau coba e-learning dari Zenius. Hasilnya, virus corona atau COVID-19 nggak jadi alasan ketinggalan pelajaran saat libur sekolah.

Strategi belajar di rumah, menurut, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo, sudah tepat, setidaknya dari sisi kesehatan. Namun untuk efektivitas pembelajaran, ia menilai perlu ada yang dipersiapkan sekolah dan guru guru.

Menurutnya guru harus proaktif dan kreatif agar bisa menggelar kegiatan belajar-mengajar sama efektifnya dengan tatap muka. “Strateginya harus dipetakan oleh bapak dan ibu guru. Maka itulah yang kemudian diserahkan dalam bentuk soal saja, dari hasil pengamatan itu artinya untuk mengejar target kurikulum. Ini adalah home learning yang selama ini ada di dalam kelas reguler karena kondisi darurat,” terang dia.

Diluncurkannya Situs Mengajar Online Oleh Google Terkait Wabqah Corona

Hal senada juga dikatakan Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji. Selain guru, ia menjelaskan orangtua pun harus ikut memantau si anak belajar di rumah. “Belajar di rumah itu bukan libur, bukan berarti enggak ada aktivitas literasi. Ini yang perlu dipahami. Tetap belajar dengan target yang sudah ada di kurikulum,” terang dia. Tantangan lebih besar akan muncul jika kebijakan ini diterapkan di daerah dengan infrastruktur internet dan teknologi yang kurang memadai seperti di desa-desa. “Sekolah-sekolah yang tidak memiliki fasilitas pembelajaran online ini akan mengalami kesulitan dalam mengejar ketertinggalan materi pembelajaran,” kata peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza Azzahra lewat keterangan tertulis.

Hal serupa berlaku bagi peserta didik yang kurang memiliki akses terhadap teknologi dan internet. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah memberikan pekerjaan rumah banyak kepada peserta didik, meskipun metode ini tidak semaksimal online learning, dan disetor saat kelas tatap muka kembali digelar. Selain itu, masalah lain yang perlu diperhatikan adalah, “para siswa juga akan mengalami kesulitan untuk melakukan konsultasi dengan guru terutama untuk pelajaran yang dianggap membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih mendalam, misalnya matematika.”