utopiaumc

Diluncurkannya Situs Mengajar Online Oleh Google Terkait Wabqah Corona

Diluncurkannya Situs Mengajar Online Oleh Google Terkait Wabqah Corona -Bekerja dan belajar dari rumah menjadi tuntutan yang harus dilakukan saat ini, sejak adanya pandemi Covid-19 akibat virus Corona. Wabah virus corona menyebabkan masyarakat, termasuk anak sekolah, libur dulu dari aktivitas rutinnya. Namun, libur bukan berarti tidak belajar karena proses akademis terus berjalan. Sekolah-sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar pun dialihkan secara online di rumah. Karena tuntutan ini, banyak guru dan orangtua yang diharuskan untuk mulai beradaptasi dengan kegiatan belajar mengajar jarak jauh, menggunakan teknologi. Menjembatani hal ini, Google Indonesia meluncurkan inisiatif Mengajar dari Rumah. Google menyediakan situs web khusus untuk kegiatan belajar mengajar siswa sekolah, dalam versi bahasa Indonesia.

Google resmi meluncurkan situs Mengajar dari Rumah dalam bahasa Indonesia. Situs atau laman tersebut merupakan kumpulan alat, tips dan materi pelatihan yang ditujukan untuk membantu para pengajar dan siswa melakukan belajar dari rumah saat wabah Virus Corona.

Inisiatif ini dikembangkan Google for Education dengan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam keterangan resminya, Kamis, 16 April 2020, para pengajar dan siswa akan bisa mengakses materi pelajarannya dalam g.co/mengajardarirumah serta situs Bersama Hadapi Korona milik Kemendikbud.

Diluncurkannya Situs Mengajar Online Oleh Google Terkait Wabqah Corona

“Mudah-mudahan ekosistem pendidikan Indonesia semakin terpacu kesiapannya untuk menggunakan teknologi dalam pembelajaran,” kata Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pembelajaraan, Iwan Syahril.

Terdapat lebih dari 700 juta siswa secara global yang tidak bisa pergi ke sekolah karena dampak pandemi. Termasuk 62 juta siswa yang mengalami hal tersebut.

“Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap keluarga, sekolah, dan para guru yang selama ini berjasa besar dalam menumbuhkan minat anak untuk belajar,” ujar Randy Jusuf, Managing Director, Google Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima oleh sejumlah media, Jumat (17/4/2020). “Kami ingin ikut membantu dalam cara apa pun yang bisa kami lakukan,” lanjut Randy. Sebelumnya, Google telah menyediakan fitur-fitur premium Google Meet secara gratis bagi semua pelanggan G Suite dan G Suite for Education, hingga September 2020 Selain itu, Google juga telah menyediakan pelatihan dan tips melalui Google, YouTube dan YouTube Learning.

Managing Director Google Indonesia Randy Yusuf mengatakan kondisi ini membuat tekanan besar terhadap keluarga, sekolah dan para guru. Ini membuat berjasa besar dalam menumbuhkan minat anak untuk belajar, dan dia menyatakan raksasa teknologi itu ingin membantu juga.

“Mengajar dari Rumah adalah pengembangan dari langkah-langkah yang telah kami lakukan untuk mendukung pendidikan jarak jauh, dengan menyediakan fitur-fitur premium Google Meet secara gratis bagi semua pelanggan G Suite dan G Suite for Education hingga September 2020, serta menyediakan pelatihan dan tips melalui Google, YouTube dan YouTube Learning,” ujar dia.

Randy mengatakan inisiatif ini juga hasil kerja sama dengan Refo Indonesia, meluncurkan serangkaian webinar untuk membantu pengajar dan orangtua untuk menerapkan strategi pembelajaran jarak jauh dengan solusi G Suite for Indonesia. Diharapkan webinar ini bisa menarik 100 ribu pengajar dan orangtua pada bulan ini.

Tips-tips yang diberikan antara lain tips menunjang kegiatan belajar mengajar online, cara mengajar jarak jauh dengan video call, cara mengajar jarak jauh tanpa video call, dan tips materi untuk para siswa berkebutuhan khusus. Dalam situs tersebut juga terdapat tutorial-tutorial penggunaan aplikasi Google, seperti Google Classroom, Google Doc, dan Google Meet. Tautan tutorial tersebut mengarahkan pengguna ke sebuah halaman YouTube, yang menjelaskan beberapa cara menggunakan aplikasi-aplikasi Google, seperti gambar di bawah ini yang menjelaskan tentang Classroom.

Buat yang masih sekolah atau kuliah, 9 situs e-learning ini bisa dicoba supaya bisa tetap belajar saat tinggal di rumah. Situs e-learning ini tentunya bisa dimanfaatkan sesuai tingkatan sekolah

1. Google Classroom

Layanan Google Classroom adalah situs gratis yang dikembangkan Google for schools. Tujuan layanan ini adalah membuat, membagikan, dan menilai tugas tanpa kertas. Dengan layanan Google Classroom, proses berbagi file antara guru dan murid menjadi lebih mudah. Google Clasroom bisa diklik di https://classroom.google.com/

2. Google Scholar

Kadang disebut Google Cendekia, layanan ini memberi akses pada berbagai publikasi ilmiah. Publikasi ini biasanya menjadi materi pelajaran atau tugas bagi siswa sekolah hingga mahasiswa. Selain buku dan jurnal, bentuk publikasi yang tersedia adalah paten, laporan teknis, hingga berbagai jenis paper. Google Scholar bisa diakses di https://scholar.google.com/

3. E-learning untuk madrasah

Aplikasi e-learning untuk madrasah bisa dilihat di situs https://elearning.kemenag.go.id/, yang disediakan Kementerian Agama (Kemenag). Untuk bisa mengunduh aplikasi e-learning, user harus log in sebagai operator madrasah. Saat log in, user harus mengunggah Surat Keputusan (SK) sebagai syarat utama mendapatkan aplikasi e- Learning Madrasah.

4. E-learning Rumah belajar

Akses rumah belajar bisa diklik di https://belajar.kemdikbud.go.id, atau download aplikasinya lebih dulu di play store untuk mencoba e-learning selama libur sekolah karena virus corona.

5. E-learning Kelas Pintar

Akses e-learning untuk kelas pintar bisa di https://kelaspintar.id. Siswa sekolah bisa membukanya akses tersebut dan belajar mandiri selama libur.

6. E-learning Microsoft Office 365

Untuk e-learning yang ini bisa klik di https://microsoft.com/id-id/education/products/office. Belajar di link tersebut memungkinkan libur sekolah karena COVID-19 tidak terbuang percuma.

7. E-learning Quipper School

E-learning yang ini bisa diklik di https://quipper.com/id/school/teachers/. Akses ini membantu siswa tidak mati gaya selama libur sekolah untuk mencegah infeksi virus corona.

8. E-learning Sekolahmu

Link e-larning https://www.sekolah.mu/tanpabatas bisa dicoba buat yang ingin mengakses Sekolahmu. E-learning membantu siswa tidak ketinggalan pelajaran, saat libur sekolah untuk mencegah virus corona atau COVID-19.

9. E-learning Zenius

Akses https://zenius.net/belajar-mandiri tersedia buat yang mau coba e-learning dari Zenius. Hasilnya, virus corona atau COVID-19 nggak jadi alasan ketinggalan pelajaran saat libur sekolah.

Strategi belajar di rumah, menurut, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo, sudah tepat, setidaknya dari sisi kesehatan. Namun untuk efektivitas pembelajaran, ia menilai perlu ada yang dipersiapkan sekolah dan guru guru.

Menurutnya guru harus proaktif dan kreatif agar bisa menggelar kegiatan belajar-mengajar sama efektifnya dengan tatap muka. “Strateginya harus dipetakan oleh bapak dan ibu guru. Maka itulah yang kemudian diserahkan dalam bentuk soal saja, dari hasil pengamatan itu artinya untuk mengejar target kurikulum. Ini adalah home learning yang selama ini ada di dalam kelas reguler karena kondisi darurat,” terang dia.

Diluncurkannya Situs Mengajar Online Oleh Google Terkait Wabqah Corona

Hal senada juga dikatakan Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji. Selain guru, ia menjelaskan orangtua pun harus ikut memantau si anak belajar di rumah. “Belajar di rumah itu bukan libur, bukan berarti enggak ada aktivitas literasi. Ini yang perlu dipahami. Tetap belajar dengan target yang sudah ada di kurikulum,” terang dia. Tantangan lebih besar akan muncul jika kebijakan ini diterapkan di daerah dengan infrastruktur internet dan teknologi yang kurang memadai seperti di desa-desa. “Sekolah-sekolah yang tidak memiliki fasilitas pembelajaran online ini akan mengalami kesulitan dalam mengejar ketertinggalan materi pembelajaran,” kata peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza Azzahra lewat keterangan tertulis.

Hal serupa berlaku bagi peserta didik yang kurang memiliki akses terhadap teknologi dan internet. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah memberikan pekerjaan rumah banyak kepada peserta didik, meskipun metode ini tidak semaksimal online learning, dan disetor saat kelas tatap muka kembali digelar. Selain itu, masalah lain yang perlu diperhatikan adalah, “para siswa juga akan mengalami kesulitan untuk melakukan konsultasi dengan guru terutama untuk pelajaran yang dianggap membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih mendalam, misalnya matematika.”