utopiaumc

Palapa Ring Menjadi Penghubung Internet Indonesia

Palapa Ring Menjadi Penghubung Internet Indonesia – Palapa Ring adalah proyek infrastruktur telekomunikasi dalam bentuk pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Proyek ini terdiri dari tujuh lingkaran serat optik kecil (untuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan mereka semua.

Pemerintah Indonesia sedang melaksanakan proyek ini dengan tujuan membangun jaringan yang lebih efisien dan mencakup seluruh wilayah Indonesia hingga daerah-daerah terpencil. Menciptakan pertumbuhan yang dipercepat dan pembangunan sosial-ekonomi yang berkeadilan melalui ketersediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi berkapasitas besar yang terintegrasi dapat memberikan jaminan kualitas internet dan komunikasi yang berkualitas tinggi, aman, dan murah.

Palapa Ring Menjadi Penghubung Internet Indonesia

Kapasitas yang ditawarkan oleh proyek ini adalah 100 GB (160 GB Dapat Di-upgrade). Karena penggunaan kabel serat optik dapat menampung kapasitas yang lebih tinggi. Jumlah bandwidth (bit rate / detik) dari jaringan yang dapat dibawa kabel serat dengan mudah melebihi kabel tembaga dengan ketebalan yang sama. Kabel serat diberi peringkat 10 Gbps, 40 Gbps, dan bahkan 100 Gbps.

Pada awalnya, pemerintah sebenarnya telah memulai pembangunan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring pada tahun 2005. Pada saat itu, apa yang model bisnis Palapa Ring masih cari adalah, apakah cukup dengan hanya bekerja dengan operator dan membentuk konsorsium tanpa intervensi pemerintah.

Namun, pada 2009 wacana ini gagal dan konsorsium dibubarkan. Tidak ada perkembangan signifikan terkait dengan Cincin Palapa selama bertahun-tahun sesudahnya. Hanya ketika Rudiantara diangkat sebagai Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi, proyek akhirnya mulai dikerjakan dan berjalan pada tahun 2015.

Palapa Ring termasuk dalam salah satu proyek strategis nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dari Kementerian Komunikasi dan Informasi menjadi pihak yang mengerjakan proyek ini.

Nama Palapa Ring sendiri diambil dari dua istilah, yaitu Palapa dan Ring. Palapa di sini mengacu pada Sumpah Palapa dari Gajah Mada yang ingin menyatukan Nusantara, sedangkan Cincin berarti bahwa jaringan ini secara teknis akan berbentuk seperti cincin yang terhubung satu sama lain.

Menurut Direktur BAKTI, Anang Latif, model bisnis yang digunakan untuk Palapa Ring disebut PPP (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha). Anang mengungkapkan, Palapa Ring menjadi proyek pertama yang menggunakan skema PPP pada 2015.

Lalu, ada istilah unik yang dimaksudkan untuk Cincin Palapa ini. Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Rudiantara menyebutnya sebagai ‘tol langit’ yang merupakan perumpamaan dari sinyal yang digambarkan di langit dan Cincin Palapa menjadi lalu lintas sinyal internet tanpa gangguan di Indonesia.

“Pada waktu itu ada 514 kabupaten (dan kota) pada 2015, ternyata hanya 400 (kabupaten) yang dijangkau oleh jaringan serat optik. Jadi pada dasarnya jalan tol langit secara fisik adalah jaringan serat optik. Untuk tol langit, perumpamaan itu digunakan karena sinyal yang sepertinya ada di langit, ”Anang menjelaskan, dalam diskusi #TokTokKominfo berjudul ‘Kepoin Tol Tol’ pada hari Selasa (19/3).

Dari 114 kota / kabupaten yang belum terjangkau, Kominfo juga bekerja sama dengan operator telekomunikasi di Indonesia untuk ‘membagi tugas’. Keduanya bekerja sama untuk menyediakan internet di semua area yang belum terjangkau. Namun, tugas Kominfo untuk mencapai lebih dari 12 ribu kilometer dengan jaringan internet terasa sulit jika sendirian. Karena itu, Kominfo akhirnya memecahnya menjadi tiga paket, masing-masing dikerjakan oleh mitra bisnis yang berbeda.

Palapa Ring Barat akan menjangkau wilayah-wilayah di Sumatra dan Kalimantan dengan jaringan kabel serat optik sepanjang 1,98 0 km. Cincin Palapa Tengah akan mencapai Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (hingga Kepulauan Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.647 km. Sementara itu, Cincin Palapa Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua (hingga pedalaman Papua) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 8.454 km.

Pengembangan Sulit Cincin Palapa Timur

Palapa Ring Menjadi Penghubung Internet Indonesia

Rudiantara mengakui kesulitan mengembangkan Cincin Palapa Timur. Dia menjelaskan bahwa butuh kerja keras untuk mengerjakan proyek jaringan serat optik ini di Indonesia timur. Keterbatasan peralatan dan medan berat adalah faktor utama yang terhambat oleh proyek ini.

“Memang ada penundaan di Palapa Ring Timur terutama karena ada 52 lokasi menggunakan menara, dari 52 lokasi tidak ada 28 jalan setapak. Jadi semua harus menggunakan helikopter. Bayangkan untuk membangun menara, Anda harus mengaduk semen dengan air, air diambil oleh galon menggunakan helikopter. Ya memang membangun Indonesia, kalau kita membangun Indonesia centric itu tidak mudah, ”jelasnya.

Palapa Ring sendiri termasuk dalam salah satu proyek strategis nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Badan Informasi dan Aksesibilitas (BAKTI) dari Kementerian Komunikasi dan Informasi menjadi pihak yang mengerjakan proyek ini.

Tahap Komersialisasi

Proyek yang dijuluki ‘Sky Toll’ ini, telah menyelesaikan tahap akhir proyek Palapa Ring, bagian Timur. Berita baik ini disampaikan langsung oleh Rudiantara yang menjelaskan bahwa pembangunan Cincin Palapa Timur yang telah dibatasi akhirnya dapat diselesaikan.

“Saya juga melaporkan, kita tahu bahwa Cincin Palapa terhubung dengan jaringan operator, menghubungkan semua kabupaten, kota, di seluruh Indonesia. Ada operasi di Barat, di tengah operasinya di Timur, pembangunan di Timur sudah selesai, ”katanya saat Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Menyalakan Gerakan Bangsa di Jakarta, Minggu (18/8).

Rudiantara melanjutkan, butuh sekitar 28 hari untuk proses stabilisasi antara Cincin Palapa Barat dan Timur. Setelah prosesnya selesai, jaringan “Sky Toll” dapat dikomersialkan dan digunakan oleh semua orang Indonesia setidaknya dimulai pada pertengahan September.

“Tinggal menunggu integrasi Cincin Palapa Barat dengan Timur dan stabilisasi karena dalam kontrak ada 28 hari untuk melakukan stabilisasi. Jadi September minggu ke-3 terpanjang sudah komersial, ”katanya.

Apa Dampak Selanjutnya?

Kepala Divisi Infrastruktur Badan Telekomunikasi dan Aksesibilitas Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informasi, Muhammad Feriandi Mirza mengungkapkan bahwa Palapa Ring adalah salah satu ‘Sky Toll Infrastructure’ yang nantinya akan dilengkapi dengan Proyek Satelit Multifungsi yang dibangun oleh pemerintah untuk mengejar ketinggalan dengan kecepatan internet yang lambat dan menerapkan infrastruktur yang adil.

“Jika semuanya telah terintegrasi, itu akan menciptakan biaya satu harga di Indonesia dan tidak akan ada lagi daerah di mana jaringan internet cepat belum tersedia di masa depan,” tambah Feriandi.

Feriandi juga mengungkapkan, setelah selesai semua pekerjaan konstruksi Proyek Palapa Ring, pekerjaan selanjutnya adalah operasi, pemeliharaan dan pemanfaatan jaringan Palapa Ring.

Berdasarkan informasi Feriandi, Badan Pelaksana Usaha (BUP), selain kewajiban untuk membangun, mereka juga diharuskan untuk mengoperasikan dan memelihara seluruh fasilitas jaringan Palapa Ring selama 15 tahun. Sementara itu, terkait pemanfaatan, berikut ini adalah data pemanfaatan jaringan Palapa Ring oleh penyedia telekomunikasi yang telah dikontrak.